Kamis, 19 November 2009

TRIBUN MANADO


TRIBUN MANADO, surat kabar independen terbesar di Manado, Sulut, yang berafiliasi dengan KOMPAS GRAMEDIA GRUP, merupakan salah satu pelanggan dari foto-foto karya jurnalis Perum LKBN ANTARA yang diakses melalui http://www.antarafoto.com. Silahkan cek karya-karya kami. Bila anda ingin berlangganan hubungi kami.
Kami juga menyuplai berita yang diakses melalui http://member.antaranews.com.

Warta Perundang-Undangan


ACUAN BAGI PARA PENGAMBIL KEPUTUSAN.
PASTI PENTING !!!


Warta Perundang-Undangan
Buletin satu-satunya di Indonesia yang menyajikan peraturan perundang-undangan, TAP MPR, UU, Perpu, PP, Perpres, Kepres, Perda dll.
Disajikan secara up date.
Dilengkapi dengan artikel-artikel manarik yang membahas seputar perundang-undangan dan kebijakan pemerintah.
Terbit dua kali seminggu.
Biaya berlangganan :
Dalam kota Rp120.000/bulan + PPn 10%
Luar kota Rp120.000/bulan + PPn 10%
Ongkos kirim Rp30.000

PROMO !!!
Pembayaran 1 tahun dimuka
gratis satu bulan berlangganan.


Informasi berlangganan
Perum LKBN ANTARA Biro Sulawesi Utara
Jl 17 Agustus Manado 95113
Telp/Fax (0431) 852828

Telah hadir WPU online

Senin, 16 November 2009

Sejarah

Kepala Biro
1. Sem Narande : Koresponden 1952 - 1954
2. Max Maramis : Koresponden/Kepala Perwakilan 1960 - 1980
3. FE Runturambi : Pejabat Kepala Cabang 1980
4. M Yunus Hamid : Kepala Cabang 1980 - 1984
5. Bidden M Kondores : Kepala Biro 1984 - 1995
6. Tamzil H Permata : Kepala Biro 1995 - 2001
7. Drs Kumajas Jootje : Kepala Biro 2001 - 2009
8. Agus Setiawan : Kepala Biro 2009 - sekarang

Aktifitas di Manado dimulai sejak awal 1952. Pada waktu itu kegiatan liputan ditangani oleh koresponden bernama Sem Neranda. Perjalanan biro Manado melalui liku-liku perjuangan dengan diwarnai berpindah-pindah kantor dan hanya didukung peralatan sangat sederhana sesuai zaman berupa mesin tik dan pengiriman berita melalui jasa pos.

Masa tugas Sem sekitar 1952 - 1954, kemudian terjadi kekosongan. Baru terisi lagi koresponden Max Maramis dan M Saleh Kamah (1960-1963) berkantor di Hotel Manado terletak di pusat kota. Pada 1962 Antara disatukan dengan Kantor Berita PIA, setelah Presiden membubarkan Yayasan Antara dan mendirikan Lembaga Kantor Berita Nasional Antara dibawah langsung Presiden. Status antara kemudian menjadi Perwakilan Manado yang dikepalai Max Maramis dengan beberapa karyawan, sedangkan Saleh Kamah menjadi Kepala Perwakilan Antara di Palu, Sulteng.

Awal 1970 Perwakilan Antara Manado pindah kantor dengan status sewa di Jalan Pelabuhan Manado, menempati bilik ukuran 2,5 x 3 meter terletak di lantai dua, bersebelahan dengan bar. Juli 1976 status Antara ditingkatkan dari perwakilan menjadi cabang dan Kepala Cabang tetap Max Maramis dilengkapi dengan tenaga honorer lepas antara lain Yos Legi, Rolli Walukow, Bidden Kondores Johan Masie.

Pada September 1979 keadaan kantor mengalami transisi. Kepala Cabang Max Maramis tidak aktif di kantor, termasuk beberapa wartawan/karyawan selama tiga bulan sejak September - Desember 1979. Saat itu BM Kandores bertugas rangkap selain sebagai wartawan juga mendistribusi buletin dan menagih uang langganan sekaligus membuat laporan administrasi keuangan. Pada April 1980, FE Runturambi yang menjabat Direktur Teknik dan Logistik Antara, ditugasi Pemimpin Umum menjadi Caretaker Kepala Cabang Manado. Maka terjadi pindah kantor ke Wisma Nomor IIA Stadion Klabat.

Pada April 1980 - 1984, M Yunus Hamid yang bertugas di Ujung Pandang, Sulsel, dipromosi menjadi Kepala Cabang Sulut menggantikan F Runturambi. Kantor pindah lagi ke Jalan Sam Ratulangi Nomor 4 dengan status pinjaman dari Perumtel Manado. Pada Juli 1984, Yunus Hamid mutasi ke Jakarta dan digantikan oleh Bidden M Kandores. Istilah cabang berubah menjadi biro.

Pada Pebruari 1985, Gubernur Sulawesi Utara meletakkan batu pertama pembangunan Kantor Antara Sulut di Jalan 17 Agustus, biaya tanah maupun bangunan kantor melalui APBD Sulut tahun anggaran 1985/1986. Setelah pembangunan kantor baru itu selesai. Biro Manado pindah dari Jalan Sam Ratulangi Nomor 4 ke Jalan 17 Agustus pada September 1986.

Pada Agustus 1995, Bidden dimutasi ke Jakarta dan digantikan Tamzil H Permata. Kemudian pada Juli 2001 terjadi serah terima jabatan Kepala Biro Manado dari Tamzil ke Drs Kumajas Jootje. Pada Mei 2009 kemudian terjadi serah terima jabatan dari Kumajas ke Agus Setiawan.

Saat ini Manado memiliki satu orang redaktur, Kumajas Jootje. Pak Kumajas saat ini juga dipercaya sebagai Ketua PWI Sulawesi Utara. Kemudian tiga wartawan organik, Hence Paat, Guido Merung dan Jorie R Darondo, satu orang tenaga administrasi, Anita Palar, satu orang teknisi, merangkap marketing, Guntur Bilulu, dua kontributor Joice Bukarakombang dan Samsu Melangi, satu orang fotografer, Basrul "Acung" Haq. Selain itu satu orang sekuriti putra Papua, Hans Monim.